SEMINAR TAFSIR “Genealogi Tafsir Isyari dalam Diskursus Keagamaan Islam dan Proyeksinya dalam Religiusitas Masyarakat Modern”

Ciamis, 18 November 2021 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an Tafsir Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis, bekerja sama dengan Saung Qur’an Bunda, menggelar sebuah acara yang akan dikenang dalam sejarah kehidupan kampus. Seminar Tafsir yang berlangsung di Gedung Ibnu Hayyan ini berhasil mengundang perhatian lebih dari 300 mahasiswa yang hadir langsung di gedung, serta 40 peserta melalui Zoom Meeting.


Dalam rangkaian acara yang bertajuk “Genealogi Tafsir Isyari dalam Diskursus Keagamaan Islam dan Proyeksinya dalam Religiusitas Masyarakat Modern”, para peserta diajak untuk menyelami kekayaan dan relevansi tafsir dalam kehidupan agama Islam di era modern. Pemateri utama, Dr. Mohammad Yunus Masrukhin, seorang dosen dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengajak peserta dalam sebuah perjalanan pengetahuan yang menggugah kesadaran akan pentingnya pemahaman tafsir sebagai pijakan dalam menjalankan agama.


Tidak hanya itu, seminar ini juga semakin menarik ketika dipantik oleh pemantik kajian, Fahmy Farid Purnama, Lc., M.Ag, seorang dosen yang kritis dari IAT Darussalam Ciamis, serta dibersamai oleh Imam Sahal Ramdhani S.Th.I., M.Ag sebagai host yang memeriahkan acara yang bernuansa komedi namun serius. Dengan dipandu oleh moderator yang cerdas, Fatimatun Nada, seorang mahasiswa IAT, diskusi dan tanya jawab antara pemateri dan peserta menjadi momen yang penuh makna.


Tidak hanya menggelar acara dengan peserta yang hadir secara langsung, seminar ini juga menyediakan akses seminar melalui Zoom Meeting bagi peserta yang berada di luar kampus. Hal ini menunjukkan kepedulian HMPS IAT dalam menghadirkan acara yang inklusif, demi tersampaikanya ilmu ini ke khalayak yang lebih luas.
Seminar Tafsir yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an Tafsir IAID Ciamis ini bukan hanya sekedar pertemuan akademik biasa, tetapi merupakan wadah untuk mengeksplorasi dan mencerahkan pikiran peserta. Dengan jumlah peserta yang sangat signifikan, acara ini telah menginspirasi dan memberikan pemahaman yang lebih dalam terkait tafsir isyari yang memang sangat pembahasanya jika tidak mendatangkan seorang ahli, bahwasanya tafsir isyari masih dana akan tetap relevan dengan kehidupan post modern ini.


(Tim Redaksi Prodi IAT/ISR)

Scroll to Top